Merantau #1 Awal Dari Perjalanan

semuanya bermula pada pertengahan bulan juli, ayah saya mendapat broadcast dari temannya tentang informasi beasiswa disalah satu universitas swasta yang berada di wilayah tengah Indonesia di Sumbawa tepatnya. Pergi ke tempat yang jauh dengan waktu yang lama tidak bertemu dengan keluarga adalah hal yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya oleh saya, seorang anak komplek rumahan taunya cuman jalan pulang pergi ke sekolah saja. Dari kecil sampai smk saya tidak pernah jauh dari orang tua dan rumah.

Tawaran ini sulit untuk ditolak, lagi pula saya tidak memiliki alasan yang logis untuk diungkapkan supaya bisa menolak tawaran tersebut. yaa dengan niat iseng-iseng saya mencoba mendaftar dan mengikuti semua alur pendaftaran sampai seleksi. Kabar saya akan merantau jauh ke wilayah tengah Indonesia terdengar sampai telinga mbah dan bude saya, sontak mereka tidak setuju mendengar hal itu, karna pada saat yang bersamaan akan dibuka pendaftaran STAN, yang merupakan perguruan tinggi yang populer dikalangan siswa dan orang tua. dikarnakan jaminan kecerahan masa depan yang dijanjian jika masuk ke perguruan tersebut. Ditambah lagi dorongan latar belakang pendidikan saya yang mengambil jurusan akuntansi di SMK dan nilai UN saya yang lumayan memuaskan dengan nilai rata-rata  delapan komaan dan pemahaman akuntansi saya yang cukup kuat yang bisa jadi modal saya untuk mendaftar di STAN tinggal di poles dikit aja gitu.

Jadi waktu itu saya dilema karna harus memilih dan membuat keputusan besar yang sangat berpengaruh bagi hidup saya. Karna impian saya waktu itu adalah ingin kuliah yang sebenarnya, ingin merasakan diskusi-diskusi ilmiah, ingin merasakan dinamika organisasi, ingin bertemu orang-orang hebat dan masih banyak lagi. Tapi disisi lain saya berhadapan dengan kenyataan dunia. harus menghadapi masalah materi, karna memang latar belakang keluarga saya dan saya anak ke 2 dimana waktu itu orang tua saya masih menjadi tumpuan keluarga. ingin rasanya diri ini membantu orang tua untuk meringankan beban tanggungan. Alhamdulillah orang tua sangat luar biasa mereka membebaskan dan meyakinkan saya untuk memilih sesuai dengan keyakinan dan kemauan saya sendiri tanpa ada paksaan sama sekali. Karna memang ke inginan saya untuk kuliah saya memilih untuk merantau jauh ke timur Indonesia. Pilahan saya ini pasti sangat ditentang oleh mbah dan bude saya. Tapi sekali lagi orang tua saya pasang badan untuk mebela pilihan saya dan rela menjadi kambing hitam atas pilihan saya.

Keputusan sudah saya ambil, namun pergolakan hati ini berat rasanya ada. dua bisikan dari lubuk hati paling dalam, yaitu keinginan untuk berkuliah tapi disisi lain ketakutan bagaimana beradaptasi di tempat asing. karna saya pribadi juga sebenarnya orang pemalu dan lambat dalam bersosialisasi, saya juga belum pernah merasakan lama berpisah dari orang tua. ditambah lagi karna wilayahnya. bukan bermaksud merendahkan, tapi memang karna menurut data juga wilayah bali nusra merupakan wilayah yang lumayan tertinggal. bisa dilihat dari kontribusi wilayah terhadap pendapatan nasionalnya yang semakin membuat hawatir dan bimbang dari hari-kehari. Sampai akhirnya jadwal keberangkatan sayapun diumumkan tepat pada 15 agustus 2015 saya berangkat menuju ke tempat yang sangat asing dah jauh bagi saya.

Hari keberangkatan pun tiba, hehhhh… berat rasanya hati ini meninggalkan tempat ternyaman saya. Jadi membuat saya malas untuk bebenah dan merencanakan apa-apa saja yang perlu saya bawa. alhasil saya cuman membawa tas jinjing yang beratnya hanya 12kg saja. Saya yang tadinya ingin berangkat dengan meminjam mobil tapi karna satu dan lain hal akhirnya saya berangkat menggunakan motor pergi ke bsd ke tempatnya dr. zul, tempat perpisahan saya dengan orang tua saya. Sampai disana saya bertemu dengan teman baru, teman yang senasip dengan saya untuk pergi merantau esok paginya. Mereka terlihat sangat bersemangat dan senang,

Kami menginap dulu semalam dirumah Dr. zul hari itu merupakan hari perpisahan saya dengan orang tua untuk pergi jauh dan dalam waktu yang lama tidak akan bertemu. Entah kenapa seperti kebanyakan laki-laki tidak mampu meluapkan emosinya saya melampiaskan dengan diam dan  menyibukkan diri saya melihat hp dengan alasan memang esok hari organisasi rohis saya mau mengadakan baksos. Jadi selama semalam saya lebih banyak diam dibanding bersosialisasi dengan teman-teman baru. Bahkan sampai saya ditegor sama orang tua saya,supaya bersosialisasi dengan yang lain. mungkin mereka khawatir membayangkan saya di perantauan nanti tidak mampu bersosialisasi karna melihat saya yang sedari tadi diam dan menyibukkan dengan hp. Acara semalam dirangkaikan dengan makan malam bersama dan berbincang santai ditambah wajangan-wejangan ampuh dari para orang tua dan prosesi pelepasan orang tua melihat untuk terakhir kalinya anak mereka sebelum berpisah untuk waktu yang lama.

Setelah kami menginap semalam dirumah Dr. zul esok pagi sekali kami bersiap untuk berangkat tepat tanggal 16 agustus 2015 sekitar jam 8 pagi kami terbang menuju Sumbawa. Disinilah saya memulai lembaran baru hidup saya. Untuk pertama kali berpisah jauh dari orang tua dan lingkungan, untuk pertama kali tinggal sendiri di tanah orang, untuk pertama kali berada ditempat asing tanpa 1 orang pun saya kenal. Untuk pertama kali semua hal harus saya lakukan sendiri mulai dari pagi sampai ke pagi lagi. disini yang semua hal serba pertama kali, dari sini juga saya mulai menulis lembar-lembar manakjubkan dalam hidup saya.

6 tanggapan untuk “Merantau #1 Awal Dari Perjalanan

  1. O gitu ya ceritanya Anda sampai tinggal di Sumbawa, gegara ingin merantau dan kuliah. Penuh pergulatan emosi ya Mas Amri.

    Btw, klau blh tahu, knp sih hrs milih kota Sumbawa? Knp tdk yg lain? Knp hrs sejauh itu, ap di kota lain di pulau Jawa tdk ada jurusan akuntansi yg sesuai harapan? Maaf, sy belum dpt alasannya dlm tulisan di atas. Mungkin bs lebih dituturkan lagi… tks.

    Suka

    1. iya betul. karna dulu saya orangnya let it flow. tidak punya target atau keinginan besar kuliah dimana. karna mungkin sudah menyalahkan keadaan ekonomi yang tidak mungkin saya kuliah secara konvensional

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan ke Desfortin Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s