Teruntuk sang perusak hati

Mungkin surat ini ditujukan kepada siapapun yang menganggap remeh perasaan seseorang.

Mungkin kalian perlu belajar tentang kepribadian manusia. Supaya kalian tahu manusia itu tidak sama. Supaya kalian tau bagaimana bersikap dan bersosial yang seperti apa. Jangan kau remehkan candaan mu itu, tidak semua orang itu sama. Bangga kah kalian jika berhasil membully orang?.Kalian perlu tau sakit hati itu luka yang paling susah disembuhkan. Tak terlihat memang tapi dampaknya bisa sangat berbahaya.

Jadi perbaikilah diri kalian. Sama seperti aku yang sedang memperbaiki diri juga untuk mulai melepaskan dendam-dendam terpendam dalam diri ini. Kalian perlu tau aku adalah pendendam, aku masih bisa mengigat setiap kejadian-kejadian yang menyakitkan itu. Entah itu meremahkan atau membully yang kalian anggap bercanda, aku masih bisa mengingatnya dengan jelas. Hal ini memang tidak baik aku pun juga membenci sikap ku yang seperti ini.

Tapi sekarang aku mulai menata ulang kerusakan yang pernah kalian buat. Sekarang aku sudah mulai bisa mengendalikan benda kecil yang ada dalam diri setiap manusia. Perubahan ini ditujukan bukan untuk kalian, tapi untuk diriku sendiri.

Saat ini Aku sangat berterimakasih kepada Allah yang telah menciptakan kalian. Karna sekarang aku jadi tau siapa yang seharusnya aku jadikan teman dan siapa yang harus ku anggap manusia numpang lewat. Karna kalian juga aku jadi tahu siapa yang harus kupercayai. Karna kalian juga aku jadi belajar untuk tidak seperti kalian. Terimakasih telah lahri di dunia.

Aku berharap kalian memperbaiki diri.

Aku juga sama berusaha memperbaiki diri.

jangan khawatir kesalahan kalian sudah ku maafkan.

Semoga kita dipertemukan dengan kondisi yang baik.

Terimakasih.

Tantangan Menulis: Dari dan Untuk tema keSebelas, surat kepada dia yang telah menyakiti hati, bareng TAWALIFE selama 14 hari.

Satu tanggapan untuk “Teruntuk sang perusak hati

Tinggalkan Balasan ke KotakDiksi Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s