Untuk ayah

Sang baja mungkin itu julukan yang aku bisa sematkan kepada ayah. Yaa sosok yang kuat dan kokoh tahan  dari setiap patahan kehidupan. Mungkin ayah tidak bisa memperlihatkan perasaan sayangnya secara terang-terangan selayaknya laki, tapi kami bisa merasakan kehangat yang kau buat sekarang ini.

Sekarang aku berada di tempat yang jauh. Kita sudah berpisah sekitar 2 tahun lebih. Jarak yang sengaja aku buat untuk bisa belajar bagaimana rasanya untuk mempunyai rasa memiliki. Alhamdulillah sekarang aku bisa merasakannya. Melihat dari jarak yang jauh bisa memperluat jarak pandangku, rasanya seperti aku bisa melompat-lompat melintasi waktu merasakan kembali memori yang telah terjadi dan bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda. Ayah yang dulu seperti sosok yang tegas dan menakutkan, sekarang aku mulai bisa memahami ada rasa sayang dari setiap perbuatannya.

Sangat susah bagiku mengungkapkan rasa kepada kedua orang tuaku.

Ada hal yang pasti ingin selalu aku sampaikan tapi tak pernah bisa, bukan karna aku tak sayang kepada mereka tapi aku takut meneteskan air mata jika mengucapkkannya secara langsung. aku ingin meminta maaf atas segala perbuatan buruk yang pernah aku lakukan, maaf karna sekarang aku belom bisa membuat mu bangga, maaf aku juga tidak bisa menjadi anak sebaik anak-anak yang lainnya. Maaf aku yang selalu merepotkan. Dan terimakasih karna bisa menerima keberadaanku dan semua kekuranganku.

Terimakasih dan maaf

Anak mu.

Tantangan Menulis: Dari dan Untuk tema keduabelass, surat Untuk Ayah, bareng TAWALIFE selama 14 hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s