Mencintai Dan Membenci Karna Allah

Alhamdulillah aku masih diberikan nikmat dengan mendapatkan lingkungan yang bagus untuk memperabaiki diri. Minggu lalu organisasi yang aku ikuti mengadakan pertemuan kajian yang menarik. materi kajian tentang “ Aqidah Tauhid: Refleksi Gerakan Dakwah Tauhid”. Dalam pertemuan tersebut membahas dua tema besar, yang pertama tentang macam-macam tauhid dan konsep al-wala’ wal bara’.

Untuk yang pertama pembahasan menganai macam-macam tauhid ada sedikit perbedaan dikalangan para ulama, ada yang menyebutkan 3 macam ada yang menyebutkan 4 macam. Namun dalam kesepakatan para ulama tauhid dibagi menjadi 3 macam yaitu; 1) Tauhid Rububiyah, 2) Tauhid Uluhiyah, 3) Tauhid Asma’ was sifat. Penjelasan secara singkatnya Tauhid Rububiyah adalah menyakini atau mengimani bahwa Allah SWT yang menciptakan dan menjaga alam semesta, kedua Tauhid Uluhiyah adalah meyakini bahwa tuhan yang patut disembah hanyalah Allah SWT, dan yang terakhir adalah Tauhid Asma’ was sifat beriman dan meyakini bahwa allah memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang sempurna dan tidak dimiliki oleh makhluknya.

Selanjutnya adalah pembahasan tentang kosep Al-wara’ wal bara. Dalm penjelasannya terdapat dua kata yaitu Al-wala’ yang artinya mencintai atau loyal, dan Wal bara artinya Membenci dan Berlepas diri atau menjauhi. Maksudnya disini al-wala’ adalah mencintai dan setia atas segala apapun yang Allah cintai dan wal-bara adalah perlakuakn membenci dan menjauhi segala seuatu apa yang Allah benci.

Dengan penjelasan tersebut sangat menarik jika kita kaitkan dengan kegiatan dalam keseharian kita misalnya dalam pertemanan atau percintaan. Karena sekarang ini sangat banyak orang yang bilang “aku mencintaimu karna Allah” atau “kita bersahabat dijalan ini karna Allah” tapi apakah kita tau apa maksud sebenarnya mencintai karna allah atau bahkan membenci karna Allah?.

Sebelum masuk ke pembahsan yang lebih dalam lagi saya ingin menegaskan kalau tulisan ini adalah untuk proses koreksi diri bukan untuk bahan menyalahkan orang lain yaa. Jadi bagaimana sih bisa dikatan kita bersosial karna Allah?. Gampang sih jawabannya jika kita melakukannya tulus memang ingin tanpa mengharapkan balasan atau timbal balik. Semisal jika kita lihat fenomena ketika seseorang waktu belum jadi gubernur atau belum sukses dalam bisnisnya jarang ada orang yang ingin berteman dengan dia, tapi ketika dia sudah menjadi gubernur atau sudah sukses banyak orang-orang berdatangan ingin menjadi teman dekatnya. Tapi ingat bukan berati jika ada orang yang datang ketika kita sukses atau tidak ada ketika kita susah mereka tidak tulus berteman dengan kita. ingat loh kita belajar bukan untuk menyalahkan orang lain tapi untuk memperbaiki diri sendiri.

Selanjutnya bagaimana maksudnya membenci karna allah? Membenci karna allah berati membenci segala sesuatu apapun yang Allah benci. Misalnya perbuatan yang simpel aja kalau ada orang yang melakukan kecurangan mencontek atau menerobos antrian kita wajib membencinya dengan cara menegur atau paling simpel menegaskan sikap kita bahwa kita tidak setuju dengan apa yang mereka lakukan. Tapi hanya sebatas perbuatannya ya bukan melekat pada orangnya. Kali orang tersebut minta maaf dan berjanji tidak akan melakukannya lagi maka wajib bagi kita memaafkannya. Mungkin simpelnya jika kita sudah berkeluarga suami atau istri kita melakukan kesalahan maka kita wajib menegurnya atau memarahinya tapi jika dia bertekat untuk tidak melakukannya lagi maka kita harus maafkan dan mendukungnya.

Simpelkan…

Jadi dapat dibayangkan jika konsep ini dapat kita semua terapkan dikehidupan bersosial kita pasti sangat indah dan nyaman. Karna itu mari kita mulai menerapkan mencintar karna allah dan membenci karna Allah, bukan karna nafsu belaka. Mari terus memperbaiki diri, saling mengingatkan dan terus berperoses.

Terimakasih sampai ketemu kembali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s