Merantau#6 Tahun Pertama

1 tahun Bukan waktu yang singkat. Apalagi bagi anak rumahan seperti ku yang tidak pernah pergi jauh. Banyak hal yang aku lalui, tidak melulu selalu susah, kadang ada senangnya juga. Untuk tahun pertama kami tinggal di asrama sementara yang disediakan yayasan kampus untuk kami para mahasiswa rantau tinggal. Asarama kami menempati tempat bekas kelas tempat belajar yang diberi tembok-tembok pembatas dari triplek. Untuk laki-laki ada 6 kamar. Dan disediakan dapur umum  untuk setiap 2 kamar tepat di depan kamar.

Suasana diasrama bisa dibilang kurang nyaman untuk ditinggali. Suasanya sangat kumuh, dalam satu kamar ditinggali sekitar 10-15 orang. Terlalu ramai dan toilet umum tidak semuanya berfungsi. Kadang airnya sering habis atau kosong, jadi kami sering pergi mandi ke tempat lain seperti rumah sakit, masjid DPRD, Pom Bensin atau Alfamart hanya untuk menumpang mandi. Dapur kami juga menyatu tepat didepan kamar yang membuat suasana tambah semerawut. Sangat tidak cocok untuk dijadikan tempat belajar. Alhasil kami yang tinggal disana lebih banyak melakukan waktu untuk bermain dan bertahan hidup. Bagaimana bisa makan dari pagi sampai sore.

Ya tapi dengan suasana yang kumuh itu bagi sebagian orang justru disana kita bisa merekatkan tali persahabatan. Memang suasananya mirip dengan pesantren yang pernah aku liat-liat sebelumnya. Dengan kondisi itu juga kami bisa saling mengenali semua angkatan mahasiswa rantau, berbeda dengan angkatan setelahnya. Di setahun pertama ini aku melakukan beberapa hal yang berarti menurutku.

Menemukan hobi baru. Alam Sumbawa sangat indah untuk dilewatkan, apalagi bagi kami mahasiswa pendatang. Secara otomatis kami sering melakukan perjalanan untuk menikmati alam Sumbawa. Pernah sekali aku dan beberapa orang bersepeda dari asrama untu pergi ke pantai yang jaraknya belasan kilo dengan membawa tas carriers. Kami rencakanakan untuk menginap disana selama semalam. Disini aku menemukan hobi baru, ketika aku melihat indahnya alam ada dorongan untuk mengabadikannya. Ditambah lagi waktu itu aku baru punya hp. Alhasil banyak sekali aku mengabadikan foto-foto alam. Dulu hanya bermodal smartphone Asus zenfone 4c, mungkin sekarang ini jadi hp jadul ya. Disini aku juga menemukan media yang cocok untuk menyalurkan hobi ku. aku mulai menggunakan Instagram untuk memposting hasil jepretan amatiran ku.

Ditahun ini juga aku menjadi panitia AUYS (ASEAN University Youth Summit) 2016. Disana aku mendaftar pada divisi Dokumentasi. Tujuannya selain untuk menambah pengalaman tentang kepanitian juga supaya aku bisa belajar tentang dokumentasi dan bisa memegang kamera. Tapi selama kegiatan tidak banyak hal yang aku dapatkan. Malah kontribusiku di bagian Dokumentasi sangat sedikit dibandingkan membandu departemen lain.

Mengikuti open trip salah satu komunitas Adventure di Sumbawa. Sangat menyenangkan semua orang” ramah. Pemberangkatan kami menggunakan mobil bak dan beberapa motor. Aku dan beberapa teman menumpang di mobil karna memang tidak punya motor. Tujuan untuk trip kali ini kami pergi ke 3 tempat. Aku lupa semua namanya yang paling aku ingat adalah di tanjung panas. Tempat yang sangat indah. Letak tempat tersebut langsung berhadapan dengan laut selatan jadi ombaknya cukup besar jika ingin berenang. Sempat ada kejadian waktu kami sedang pelepasan anak penyu. Di pantai tiba-tiba ada ombak yang lumayan besar dan semua orang kaget langsung lari ke tepian, tapi sayangnya ada hp yang terjatuh dan terbawa arus ke laut. Disana kami juga bermalam dan menyalakan api unggun. Pada saat malam api unggun kami sempat ditanyakan tentang kesannya selama disumbawa, tapi karna aku agak pendiam jadi aku tidak bisa menjawab pertanyaan mendadak itu hehe. Sewaktu makan malam seperti biasa kami anak mahasiswa selalu membawa makanan andalan yeah mie instan. Ketika sedang memasak mie instan kami diberi lauk-pauk ikan, udang dan ayam makanan yang jarang kami makan hehe, sangat ramah dan baik mereka. Ada dua hal yang paling aku suka ketika sedang jalan-jalan ke alam yang pertama saat matahari terbit dan terbenam, yang kedua ketika melakukan solat ditengah alam. Hal yang selalu bikin kangen untuk pergi ke alam lagi.

Selama setahun kami juga mulai terbiasa menebeng. Ya itulah kerjaan kami sebagai mahasiswa rantau yang tidak mempunyai kendaraan. Sebetulnya kampus menyiapkan kendaraan bus untuk transportasi pulang balik ke kampus. Tapi sayangnya hanya ada di pagi dan sore hari. Waktu kuliah itu tidak seperti sekolah umum yang dari pagi sampai sore, kadang kami hanya ada jadwal siang, atau sore, atau pagi saja. karna hal itu ada dari kami memutuskan untuk mencari tebengan dari tempat asarama kami, biasanya kami menggunakan mobil bak atau mobil truk. Diawal masuk kuliah kami pernah menggunakan taksi hehehe. Bukan karna sok kaya tapi karna dulu kami bingung bagaimana cara untuk pulang. Tapi setelah mengenal nenbeng hanya bermodalkan acungan jempol dan mental yang kuat kami bisa pulang insyaallah dengan selamat.

Pertama kali merasakan cuaca yang ekstrim. disiang hari sangat panas. Malah waktu pertama kali ke sini kami disuguhi lahan-lahan yang terbakar, bahkan disekitar kampus juga ada. Memang sangat panas. Kami menjemur baju pagi dijemur sore bisa langsung kering. Kalau kami menjemur lebih lama malah warna baju kami bisa luntur. Kalau dimalam hari sangat dingin, harus memakai selimut baru bisa tidur. Malam pertama disumbawa aku tidur dengan menumpuk Kasur sebagai pengganti selimut karna sangking dinginnya.

Memang akan Ada hal yang menarik ketika kita membicarakan tentang waktu. Secara objektif waktu dapat digambarkan dengan satuan, bulan, tahun, tanggal, jam, menit atau detik. Tapi secara subjektif waktu bisa berbeda, ketika kita sedang bersama dengan pasangan misalnya waktu akan terasa begitu cepat takkan terasa. Tapi waktu kita sedang macet 15 menit pun seperti 1 jam. Begitu juga setahunku selama di Sumbawa, ada banyak hal yang merubahku. Tidak bisa digambarkan dengan satu kata. Sama ketika aku menanyakan bagaimana cerita selama 1 tahun pertama disumbawa. Setiap orang berbeda menjawabnya, ada yang bilang susah, ada yang bilang seru, ada yang bilang ingin cepat-cepat pulang. Tapi kalau disuruh menjabarkan lagi mereka susah untuk menjelaskan. Ya jadi seperti itu pengalamanku disumbawa yang tidak bisa digambarkan dengan jelas karna banyak hal yang terjadi selama satu tahun tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s