Merantau #7 Asrama Sementara

Salah satu hal yang paling dibutuhkan dalam hidup ini adalah tempat tinggal. Entah ketika liburan atau mulai menetap untuk waktu yang lumayan lama pasti yang dipikirkan pertama kali “mau tinggal dimana”. Apalagi bagi para perantau, tempat tinggal bisa menjadi salah satu faktor seseorang bisa bertahan diperantauan atau tidak.

Pada tahun pertamaku diperantauan mahasiswa rantau ditempatkan di asrama sementara yang disediakan oleh yayasan kampus. Asrama ini terletak di dalam wilayah Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Paracendikia. Disana untuk laki-laki kedalam 6 ruangan. Semua bebas mau masuk kedalam ruangan mana saja tapi rata-rata tinggal bersama kloter keberangkatan. Sebagai gambaran disana kami tinggal dalam ruangan kelas yang dikosongkan bangkunya. Lalu diberikan beberapa sekat untuk pembatas antar ruangan dengan kayu dan triplek. Ruangan tersebut dialaskan karpet buana untuk menutupi lantai semen ruangan. Kami tidur dengan Kasur gulung atu lebih dikenal dengan Kasur Palembang. Disana ada sekitar 7 karmar mandi yang dapat berfungsi dengan normal ada 4. Untuk memasak bahan makanan kami ada dapur perkamar yang ada di depan ruangan.

Karna hanya beralaskan karpet dan bekas ruangan kelas yang lumayan terbuka jadi kalau malam udara terasa sangat dingin sekali, kalau siang didalam ruangan terasa seperti didalam oven. Pada semester pertama karna aku hanya membawa tas punggung dan tas jinjing yang beratnya hanya 12kg jadi aku tidak punya tempat untuk menaruh baju. Tidak seperti yang lain yang membawa koper. Karna itu pada tahun pertama sebelum koper yang dirumah dikirim aku menggunakan kardus untuk menyimpan baju. Dan untuk menjemur baju kami pakai kebun tepat di depan kamar mandi dengan mengikatkan tali kemana-mana.

ada sekitar 80an lebih mahasiswa laki-laki yang tinggal di tempat yang sama dalam satu lorong. Bisa dibayangkan kumuhnya suasana yang ada. Ditambah lagi persis didepan kamar ada dapur yang dipakai untuk masak. Karna ruang gerak kami terbatas Hampir semua aktivitas dilakukan ditempat yang berdekatan, mulai dari masak, mandi, jemur baju, belajar, makan, main dan lain sebagainya. Sangat semrawut di sana, bagiku sangat tidak nyaman untuk dijadikan tempat tinggal.

serangan hama lalat ketika musim hujan menambah ketidak nyamanan. Lalat dimana-mana, sangat mengganggu pemandangan dan menambah kejorokan tempat itu. sampai kami harus membeli lem perangkap lalat, Supaya lalat-lalat yang ada disana bisa berkurang dan hilang. Pasti temen-temen tau Karpet buana seperti apa jika dipakai, sangat berdebu dan gatal. Ditambah banyak mahasiswa yang membuat minuman entah kopi atau teh atau minuman yang lainnya jika tumpah di atas karpet dan kami tidak bisa membersihkannya. Apalagi jika ada mahasiswa yang merokok di dalam ruangan dan abu rokoknya jatoh dari asbaknya. Wah itu sudah takada duanya asrama sementara itu.

Tapi disana ada kehangatan yang tercipta. Karna ruang gerak yang sempit jadi kami sering bertegur sapa dan berbincang-bincang. Kami bisa kenal nama-nama semua angkatan yang ada. Apalagi karna hidup bersama senasib dan sepenanggungan membuat rasa kekeluargaan kami timbul. Banyak kejadian disana ada pencurian, ada yang berantem, ada yang seru-seruan bikin acara bersama dan bakar-bakar. Memang banyak hal yang menyusahkan disana. Tapi banyak hal yang menyenangkan juga. Cerita selama tinggal diasrama tak bisa diwakilkan dengan satu perasaan. Ada banyak warna yang bercampur disana. Sangat mengenang dan berkesan bagi kami semua mahasiswa rantau.

4 tanggapan untuk “Merantau #7 Asrama Sementara

      1. sebaiknya setiap kali ingin publish sebuah post itu blogger harus BACA ULANG dan EDIT.

        kalau setelah dibaca ulang dan edit lalu publish tapi tetap ada yang salah berarti ada hal (informasi/ilmu) yang belum diketahui oleh blogger tersebut.

        btw, good luck

        dan, menggunakan kata DIKSI sebagai nama blog itu harus ada pertanggungjawaban dalam menulis blognya agar selalu bisa memakai diksi yang tepat. seharusnya typo itu sudah tidak ada jika memakai nama ini

        Suka

Tinggalkan Balasan ke Fahmi Ishfah Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s