Merantau #8 pindahan asrama baru

sumber: http://picdeer.com/rhestu_isworo

Karna kami tinggal disini hanya sementara. Lamanya kami tinggal disini sesuai dalam kontrak perjanjian yang dibuat oleh kampus. Dari Kabar burung yang beredar kami disini hanya untuk satu semester saja. karna sekarang sudah semester dua, ada bau-bau pengusiran yang sudah mulai tercium. Sampai akhirnya kabar burung yang beredar menjadi kenyataan. Kami terpaksa harus pergi karna kontrak sudah selesai.  mau tidak mau kami harus pergi. Segera kami merapikan barang-barang yang perlu dibawa bersiap meninggalkan tempat yang penuh kenangan.

Hampir satu semester lebih aku bersama mahasiswa rantau lainnya tinggal di STKIP (asrama sementara). Sejak akhir semester 1 kami dijanjikan akan pindah ke asrama baru. Asrama milik universitas untuk asrama mahasiswa rantau. Tapi hingga awal semester genap kami tidak mendapatkan kabar lanjutan untuk pindahan.

Karna asrama masih belum siap ada beberapa yang harus dirapihkan kami terpaksa tinggal di kampus. Kami mahasiswa rantau tinggal disalah satu gedung kampus. Tapi Karna jumlah mahasiswa yang sangat banyak dan jumlah gedung yang disediakan tidak cukup jadinya kami hanya menaruh barang di gedung tersebut, dan untuk tidur kami para lelaki-laki lebih memilih tidur dimasjid atau tidur ruang-ruang kelas. Untuk mandi kami pakai semua kamar mandi setiap gedung yang ada dikampus, mulai dari masjid, perpustakaan bahkan sampai kamar mandi rektorat. Kami mengalami kondisi ini selama 4 hari, Kondisi yang palik tidak enak yang pernah aku lalui sebelumnya.

Sampai akhirnya kami bisa pindah ke asrama mahasiswa yang sebenarnya. Tapi karna baru 1 gedung saja yang bisa dipakai kampus terpaksa menggabungkan perempuan dan laki-laki dalam satu gedung. Hanya kami dipisah menggunakan kayu dan triplek untuk pembatasnya.

Disana kami tinggal 1 kamar diisi 4 orang. Aku tinggal bersama Fuad orang bogor yang duduk disampingku waktu di pesawat, azzam anak bekasi, solah asalnya dari jawa barat juga. Mereka semua anak teknik elektro hanya aku yang dari ekonomi. Kami memilih tinggal di lantai 4 kurang tau pertimbangannya apa, soalnya mereka yang memilih kamar karna waktu pindahan aku sedang ada jadwal kuliah. Tapi aku rasa memilih lantai 4 adalah pilihan yang tepat. Memang butuh perjuangan untuk naik ke atas, apalagi kalau sedang bawa galon air sungguh melelahkan. Tapi lantai 4 itu tempatnya lebih tenang, rapi dan sejuk, dari sini kita juga bisa liat pemandangan jadi lebih jelas.

Eiits senang-senangnya cukup sampai disitu, tunggu sampai waktu malam tiba, aku kebelet mau BAK (buang air kecil). Tapi karna asrama yang kita tempati masih belum siap 100%, air disini masih belum ada. Jadi kami harus pergi ke kamar mandi tukang bangunan. Wih itu kamar mandi super jorok, ada kerak yang sangat banyak di klosetnya. sedangkan untuk mandi kami harus bangun lebih pagi supaya tidak telat berangkat ke kampus karna harus antri. Kadang juga kami terpaksa membawa alat mandi ke kampus dan mandi di kamar mandi kampus. Ada juga yang mandi di sumur dekat sungai. Kadang juga kami terpaksa tidak mandi karna waktu dan kadang air juga habis. Kondisi ini kami alami selama hampir 2 bulan. Sampai sumur bor selesai dan pemasangan pompa. Setelah itu kehidupan kami alhamdulilah bisa tenang.

Asrama rusunawa merupakan tempat ternyaman yang aku tinggali selama disumbawa. Kami tinggal di satu kamar untuk 4 orang. Walaupun secara normal kamar itu hanya untuk 2 orang saja tapi tak apa toh tidak kumuh juga. Tentu suasana disana tidak seramai waktu di STKIP, karna kami tinggal perkamar dan dipisah dalam beberapa lantai. Kalau boleh jujur aku lebih suka yang seperti ini, karna aku jadi lebih bisa tenang untuk belajar. Untuk menjemur baju kami juga disediakan tempat menjemur baju jadi lebih rapih. Untungnya juga anak kamarku mereka pada rajin membersihkan kamar jadi suasana kamar terasa nyaman.

Asrama ini dinamakan asrama olat marat. Terdiri dari 2 gedung. Gedung A yang sebenarnya untuk perempuan dan gedung B gedung untuk laki-laki tapi belum jadi sampai sekarang ini. Disini kami juga ada satpam yang menjaga asrama. Kehadiran asrama ini sangat membantu kami mahasiswa rantau yang tidak punya kendaraan untuk pergi ke kampus. Karna hanya tinggal jalan saja walaupun lumayan jauh juga. Asrama ini senenarnya diperuntukkan untuk mahasiswa baru yang berasal dari luar Sumbawa.

Disini juga ada beberapa program pembinaan seperti solat magrib dan subuh berjamaah, setelahnya dilanjutkan dengan membaca al-matsurat, ada juga belajar tahsin dan hapalan qur’an, ada juga pembacaan hadist-hadist. Tapi sayangnya program hapalan qur’an dan tahsin hanya bertahan 2 bulan. Kalau untuk program sholat berjamaah dan pembacaan al-ma’surat masih berjalan. Mungkin permasalahannya karna waktu itu tidak ada Pembina asrama mahasiswa jadi tidak ada yang mengontrol. Kalau asrama yang sekarang jauh lebih rapih dalam pengelolaanya. Ada pengurus asrama, yaitu mahasiswa senior yang telah mengikuti seleksi dan pelatihan, disana mereka ditugaskan untuk membina dan menjalankan program-program pembinaan asrama. Jadi lebih maju dan lebih keren asrama sekarang.

Disini di asrama olat maras tempat tinggalku yang kedua, untuk beberapa waktu kedepan akan menjadi rumah tempatku melepas lelah. Ya pada dasarnya memang manusia membutuhkan rumah entah itu sementara atau selamanya. Karna lelah pasti akan datang dan kita perlu menempatkannya ditempat yang nyaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s