Merantau #10 Menutup Tahun Pertama

Tak terasa hampir setahun lamanya aku diperantauan. Sekarang sudah masuk pertengahan bulan ramadhan. hiruk-pikuk kemeriahan pulang kekampung mulai terasa. Makin hari senyum mahasiswa rantau makin melebar. Aku pribadi juga sangat bahagia karna ini kesempatanku untuk pertama kalinya untuk pulang kembali ke daerah asal. Libur semester satu aku lebih memilih tetap disini, entak apa alasanya sehingga aku lebih memilih untuk tetap diperantauan. Sekarang ini perdana, banyak rasa dalam dada yang tak bisa diungkapkan. Ingin rasanya cepat selesai perkuliahan.

Sekarang sudah masuk minggu terakhir sebelum memasuki ujian akhir semester. Jadwal ujian sudah keluar dan seperti biasa fakultas ekonomi selalu selesai paling terakhir, Sungguh menjengkelkan. Karna fakultas ekonomi selesai ujian paling akhir dibanding fakultas yang lain jadi terpaksa aku harus jadi bagian yang melepaskan mereka yang pulang terlebih dahulu. Golombang pertama pulang kampung ketika minggu pertama ujian selesai. Para mahasiswa rantau sampai menyewa satu mobil bis damri untuk mengantar sampai ke bandara international Lombok. Rombongan pulang kampung paling ramai. Setelah kepulangan mereka asrama terasa sangat sepi. Gelombang selanjutnya dilakukan oleh teman-teman mahasiswa yang menggunakan motor dan mahasiswa yang pulang langsun dari bandara Sumbawa. Makin sepi lagi ini asrama. Baru setelah itu minggu kedua ujian selesai giliran rombongan ku yang pulang.

Pada malam terakhir kami sengaja membeli makanan enak untuk berbuka dan sahur esok paginya. Tapi apa boleh dikata, karna euforia terlalu tinggi membuat kami tidak bisa tidur dan terlelap lebih larut dari biasanya dan hasilnya kami telaat sahuur. Ohh sial padahal itu makanan terenak selama aku puasa. Tapi kami harus mengiklaskan dengan memberikannya kepada mahasiswa yang masih tinggal di asrama.

Pada kepulangan pertamaku ini aku sangat senang. Ingin aku belikan banyak oleh-oleh khas Sumbawa untuk orang rumah. Sengaja aku mencari kopi tepal khas Sumbawa, Madu Sumbawa dan permen susu khas Sumbawa. Sampai aku harus pergi ke arah semongkat (daerah yang lumayan jauh dari tempat tinggalku) untuk mencari kopi tepal karna sangat susah memang. Untuk permen susu dan madu Sumbawa mudah di dapatkan tidak sesusah mencari kopi tepal. Dan alhamdulillahnya aku punya teman-teman asal Sumbawa yang sangat baik. Waktu keberangkatanku Mereka rela bangun lebih pagi untuk mengantarkan oleh-oleh khas Sumbawa juga. Manjareal namanya permen khas Sumbawa dari kacang.

Untuk pulang kampung kali ini aku menggunakan travel dari Sumbawa ke Lombok dan dilanjutkan dengan pesawat lion dari Lombok ke Jakarta. aku bersama teman-teman menyewa 1 mobil travel yang di isi penuh oleh kami. perjalanan panjang dari Sumbawa-lombok sangat melelahkan, aku lebih sering tidur di mobil. Aku sampai disana sekitar siang hari di Bandara Interntational Lombok. Akhirnya aku kembali setelah satu tahun lalu aku numpang lewat di bandara ini, sekarang pun juga begitu. Aku menunggu pesawat lion air penerbangan malam. Karna aku membeli tiket rombongan bersama 3 orang teman. Kami beda travel, aku berangkat lebih dulu dari. Jadi aku harus menunggu temanku yang satunya untuk bisa cek in. Lama sekali datang sampai sudah masuk waktu boarding kami masih belum cek in. setelah mereka datang kami buru-buru untuk cek in dan langsung masuk ke pesawat.

Akhirnya aku sekarang di pewasat menuju bandara soekarno-hatta. Tak sabar untuk segera sampai Jakarta. perjalanan Lombok Jakarta kurang lebih 2 jam perjalanan. Malam itu langitnya cerah, taka da guncangan yang berarti salama penerbangan. Indah pemandangan dari atas awan pada malam hari. Mereka tampak kecil dan bercahaya. Seperti ribuan kurang-kurang yang sedang berkumpul.

Kerlap-kerlip lampu di bumi semakin ramai, dari cahaya kota dan lampu kapal para nelayan, pertanda aku sudah hampir sampai di bandara tujuan. Pesawat mulai memutar untuk masuk lurus kearea landasan. Dari jendela aku bisa melihat beberapa pesawat mengantri untuk landing termasuk pesawat yang aku tumpangi. Sampai akhirnya tiba giliran pesawat yang aku tumpangi. Landing dilakukan dengan agak kasar dengan banyak guncangan di dalam. Tak apa yang penting sampai dengan selamat. Setelah satu tahun penantian, akhirnya kesempatan untuk melepas rindu itu datang. kepulangan pertamaku.

4 tanggapan untuk “Merantau #10 Menutup Tahun Pertama

Tinggalkan Balasan ke KotakDiksi Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s