Merantau #12 Liburan-Menyelesaikan Yang harus diselesaikan

Kini aku sudah berada tempat kelahiranku, sudah saatnya mengkosongkan lagi kantong rindu yang telah terisi penuh selama setahun kemarin. Mengingat kembali kebelakang, ketika sebelum pulang ramai di grup kelasku untuk mengadakan buka bersama. Ramai di grup menentukan tanggal, mereka sengaja memundurkan supaya aku bisa ikut bergabung, sungguh teman yang baik mereka semua. Akhirnya tangal telah disepakati, waktu buka bersama berselang beberapa hari setelah kepulanganku.

Salah satu hari yang ditunggu telah tiba, berkumpul bersama teman semasa putih abu-abu. Berpisah selama setahun membuat banyak kisah yang harus diceritakan. Kami semua bercengkrama dengan hangat dan penuh canda tawa pastinya. Aku menjadi bintang pada malam itu, ya karna aku jadi seseorang yang berbeda diantara mereka. Aku merantau ke tempat yang tak pernah kita semua sangka. Banyak yang mereka tanyakan, mulai dari kebiasaan orang di Sumbawa gimana?, makanan khas di Sumbawa? Oleh-olehnya yang pasti tidak lupa mereka Tanya? Dan yang terunik dari kuping mereka tentang susu kuda liar. Suasana yang penuh canda dan hangat hingga larut malam yang memisahkan kami.

Selanjutnya aku harus menyelesaikan masalah yang bermula dari kepergianku ke tanah perantauan. Mbah dan budeku marah dengan ayah dan ibuku karna aku berangkat ke Sumbawa. Mereka mengira kedua orang tuaku yang menyuruhku untuk pergi merantau. Ada sedikit kesalahpahaman yang harus aku luruskan. Aku harus pulang kampung, tapi sekarang tak ditemani oleh orang tuaku. Bukan karena tak mau saling bertemu tapi memang kondisi keuangan yang tak bisa memberangkatkan kami semua. jadinya hanya aku seorang yang bisa berangkat. Aku berangkat menggunakan kereta, diantar oleh orang tuaku sampai ke Stasiun Pasar Senen selanjutnya aku naik kereta sampai kota tujuan. Tiba disana ya pasti disambut dengan beberapa pertanyaan mengenai keadaanku disana (perantauan), gimana disana, kerasan (betah) tidak, kuliahnya gimana, dan lain sebagainya. Sebenarnya mereka itu sayang dan perhatian makanya mereka khawatir tentang kondisiku disana. Jadi hanya sedikit yang perlu di luruskan saja. butuh komunikasi dan saling bicara untuk bisa memahami.

Selanjutnya aku bertemu teman-teman rohis. Lingkaran perbaikan semasa putih abu-abu. Tempat aku belajar organisasi untuk pertama kali, yaa walaupun masih jadi anak bawang waktu itu. Tapi masuk dan jadi pengurus rohis adalah kepingan hidup yang berharga. Selama di rohis aku banyak belajar tentang agama dan bagaimana berhubungan sosial. Tapi jika ditanya ‘kenapa aku bisa masuk rohis?’ karena aku satu lingkungan main dengan mereka-mereka. Kami sering main setelah pulang sekolah sampai gerbang sekolah hampir ditutup, pernah bahkan karna terjebak hujan kami berada disekolah sampai jam 8 malam. Seringnya kami nonton anime atau main dota 2 waktu itu. Kami juga pergi ke pengajian untuk belajar qori’ besama kaka kelas. Sampai setelah luluspun  sebelum aku berangkat merantau kami masih sering berkumpul untuk mengaji. Dan masa pulang kampungku kali ini aku sempatkan untuk berkumpul sejenak mengenang masa lalu sambil berbincang hangat. Mereka semua masih sama, hangat seperti biasa dengan candaanya yang agak receh hehe. Semoga nanti bisa dipetemukan kembali dengan kondisi yang paling baik.

Selebihnya liburanku hanya seperti liburan biasa. Aku lebih banyak dirumah, karna memang tak ada kendaraan dan tak ada yang dituju juga. Selama liburan juga aku puaskan untuk dahaga kuliner yang tak aku temui selama di Sumbawa. Yang pasti nasi uduk untuk pagi hari tak pernah lupa. Bubur ayam karna tidak ada di Sumbawa. Dan kuliner lainnya sampai tak sadar berat badanku naik drastis selama liburan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s