Kelas Kepenulisan-Materi 1 Outline

Beberapa hari lalu saya mengikuti kelas kepenulisan onlie yang di isi langsung oleh penulis Nanda Putra Pratomo. Kelas Kepenulisan ini dibagi menjadi beberapa materi yang berbeda setiap harinya. Kelas penulis dimulai pada tanggal 25 april 2019 materi pertama membahas tentang Outline.

Pada pembahasan awal Mas Nanda berbagi cara tentang pola penulis yang beliau gunakan untuk menciptakan buku selama ini, yaitu

OUTLINE → NULIS → EVALUASI

Jadi ada 3 langkah jitu yang Mas Nanda lakukan dalam proses pembuatan buku-buku yang beliau tulis. Mas nanda menjadikan outline sebagai pondasi awal untuk membentuk tulisannya dalam satu buku.

Jadi tanpa panjang kata lagi mari kita bahas apasih outline itu?. Kalau dalam Bahasa Indonesia biasa kita sebut kerangka atau garis besar. Pada dasarnya tidak ada format baku dalam pembuatan outline. Format dan bentuk outline semua disesuaikan oleh kebutuhan penulis sendiri. Mas Nanda sendiri sebelum menulis isi buku beliau membuat outline terlebih dahulu. Karna menurutnya outline adalah dasar dan membantu Mas Nanda dalam menemukan alur penulisan dan mengembangkan materi dalam buku tersebut.

Dalam pembuatan outline, mas nanda terbiasa menyediakan kertas HVS ukuran A4 minimal 10 lembar. Kertas ini digunakan untuk corat-coret membuat kerangka yang kiranya akan Mas Nanda tuangkan nanti ke dalam buku. Biasa beliu memulai dengan pertanyaan seperti berikut;

  • Apa judulnya?
  • Gimana Isinya
  • Apa Permasalahan yang mau saya angkat”
  • apa Solusinya
  • Apa Manfaat yang mau saya kasih ke pembaca?
  • Mau ada berapa Bab dalam satu buku?
  • Sub-subnya apa aja?
  • Pembukaannya magu gimana?
  • Penutupannnya Mau kaya gimana?

Untuk menuangkan jawabawan-jawaban tersebut Mas Nanda biasanya langsung menuangkan di atas kertas atau menggunakan note hp. Pertanyaan-pertanyaan ini sangat membantu untuk menggalih dan merinci lagi tema besar dalam buku tersebut.

Bisa juga menggunakan format lain seperti ini

Tema :
Judul Buku :
Pembukaan :
•  
•
BAB 1
● 
•  
•  
• 
BAB 2
● 
•  
•  
• 
PENUTUP
•  
•  

Untuk mengisi format kedua yang pertama harus dilakukan adalah menentukan garis besar atau sub bab pembahasan. Mas Nanda memberikan contoh misalnya dalam pembuakan buku tentang “Pengembangan Diri” dalam bab 1 ada sub baba atau garis besar sebagai berikut;

  • Niat
  • Keyakinan
  • Minset

Setelah mendapatkan sub bab atau garis besar pembahasan kita harus mendetaikan untuk mendapatkan isi dan pembahasan. Caranya dengan menggunakan 5W 1H. untuk penjabarannya seperti yang dicontohkan oleh Mas Nanda

BAB 1 : Persiapan

● Niat

  • Apa itu niat?
  • Bagaimana cara membentuk niat yang kuat?

● Keyakinan

  • Kenapa harus yakin?
  • Bagaimana cara biar kita terus yakin?

● Mindset

  • Apa itu mindset?
  • Kenapa harus memiliki mindset yang positif?
  • Bagaimana cara membentuk mindset?

Perlu dipahami bersama bahwa dalam pembuatan outline atau kerangka ini tidak ada format baku. Setiap penulis memiliki caranya masing-masing dalam membuat kerangka karangan. Fungsinya sendiri bukan untuk membatasi penulis dalam menentukan sub topik tapi sebaliknya. Karna dalam pembuatan outline kita lebih merincikan lagi untuk pengembangan tulisan dan arah tujuan tulisan mau dibawa kemana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s