Merantau #18 Titik Jenuh

Merantau #1* Titik Jenuh

Tttrrrttt trrttt ttrrrttt riuh suara alarm hp kami bersaut-sautan didalam kamar 4b10. menandakan kami harus segera bangun dari indahnya mimpi semalam. Kali ini kami semua berangkat pagi, kebetulan jadwal ujian akhir semester tiga bertepatan di jam ujian pertama.

Ya pada akhir januari 2017 ini aku akan mengakhiri status sebagai mahasiswa semester 3. Jika dihitung berati sudah sekitar 4 tahun aku belajar akuntansi. Aku dulu sebenarnya suka yang berhubungan  dengan akuntansi, dan itu juga yang menjadi salah satu alasanku untuk melanjutkan kuliah jurusan yang sama. Tapi sekarang rasa itu seperti sudah mulai hilang. Tak ada lagi gairah yang aku rasakan selama menjalani semester 3 ini. Bukan bermaksud tinggi hati, tapi karna sebelumnya aku sudah belajar akuntansi 3 tahun dan untuk kembali mulai belajar dari awal mungkin itu yang membuatku menjadi bosan. Dosen disini mungkin juga sangat baik hati, jadi kalau masih ada mahasiswa yang belum paham tidak akan lanjut ke pembahasan selanjutnya, hasilnya pembahasannya itu-itu aja.

Di semester ini juga tidak ada masalah tentang tempat tinggal, hanya bertambah sumpek aja, karna aku laki-laki bagiku tidur dimana saja tidak masalah. Air juga sudah normal, kami tak perlu lagi mandi di masjid kampus. Suasana yang mulai kondusif harusnya membuat nyaman untuk belajar. Tapi sekarang tidak ada gairah lagi.

Semester kali ini cepat berlalu. Mungkin karna tidak ada halangan seperti dua semester kemarin. Bayanganku akan banyaknya diskusi-diskusi ilmiah ternyata hanya sekedar mimpi, bahkan komunitas untuk persiapan lomba saja tidak ada. Di prodiku sendiri himpunannya masih belum berdiri, jadi tidak ada yang bisa menangui aspirasi kami mahasiswa akuntansi. Hanya BEM FEB yang menjadi wadah mahasiswa akuntansi menyampaikan aspirasi, tapi dari BEM juga hanya mengadakan Forum Diskusi FEB aja, yang pastinya aku ikut bergabung ke forum ini.

Entah mungkin aku yang baru tersadar apa yang aku cari tidak ada, atau mungkin aku yang kecewa akan keadaan dan hilang arah atau mungkin ini memang salah satu tahapanku untuk membuat suatu arah baru atau hanya pasrah dan menyalahkan keadaan.

Titik jenuh memang Mengesalkan.

Tidak ada rasa,

tidak ada warna

seperti kain polos tak memiliki corak.

Hambar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s