Merantau #19 Manusia Anti Sosial

Sekarang aku sudah menjadi senior dikampus, sudah masuk semester 3. Teman-teman seangkatanku dari awal banyak yang sudah masuk organisasi. Baik itu organisasi eksternal atau internal kampus. Sebenarnya aku juga sudah daftar 5 UKM yaitu KALAM (nama LDK dikampusku), UKM jepang, UKM Diving atau renang, UKM trevel, dan yang terakhir English Club. Tapi sayangnya yang tersisa hanya KALAM aja, kalau English Club aku ngak lulus waktu seleksi dan UKM sisanya gulung tikar alias bubar.

Aku cukup aktif di UKM KALAM sebagai anggota biasa. Hampir semua kegiatannya aku ikuti, hampir yaa tidak semua. Tapi entah kenapa tidak ada gairah selama aku bergabung di kalam. Beda waktu aku SMK masuk ROHIS. Setahun ikut KALAM aku memutuskan untuk tidak aktif lagi.

Selanjutnya ada pemilihan BEM FEB. aku turut ambil peran sebagai tim sukses salah satu calon, namun sayang calon yang aku dukung tidak terpilih. Dan aku memutuskan tidak mau bergabung karna tidak sepikir dengan ketuanya. Tapi waktu itu BEM FEB membuat wadah untuk menampung Mahasiswa FEB untuk berdiskusi, Namanya Forum Diskusi FEB. Topik yang dibahas beragam dan pastinya aku ikut.

Sebenarnya ikut organisasi dan menjadi pengurus aktif adalah salah satu misiku selama kuliah ini. apalagi setelah menjadi panitia Makrab kemarin. Hasrat untuk berlajar bersosial kian menggebu. Tapi rasa takut untuk memulai langkah tak kalah besar. banyak kesempatan yang aku lewati.

Hhhhmm iya rasa takutku untuk bersosial. Bingung bagaimana menanggapi lawan bicara masih sering terjadi, ‘Kata apa yang harus kupakai, bagaimana ekspresi yang tepat, bagaimana membuat nyaman lawan bicara,’ itu semua kebingunganku. Terlihat aneh memang kalau ada manusia yang bingung bagaimana bersosial, padahal manusia adalah mahluk sosial. Tapi percayalah banyak orang seperti ini, aku salah satunya.

Masa kuliah adalah kesempatan besar untukku. Apalagi disini aku menjadi mahasiswa rantau mendapat privilege lebih dari yang lain. Mahasiswa rantau disini dipandang pintar jadi lebih mendapat perhatian dari setiap tindakannya. Tidak susah bagiku untuk menjadi pusat perhatian. Cukup semester 1 & 2 aku menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang).

Sekarang waktunya berbenah.

Cara beryukur yang paling baik adalah memanfaatkan setiap kesempatan.

Semoga kali ini aku bisa terus berproses.

3 tanggapan untuk “Merantau #19 Manusia Anti Sosial

Tinggalkan Balasan ke daunwoka Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s