Merantau #30 Mengambil Peran

Sudah selesai acara tahunan prodi yang melelahkan, tanggung jawabku di BEM FEB juga sudah hampir hambis. Awal dari dari semua ini karena ajakan kecil yang dikeluarkan oleh kawanku. Sore itu aku sedang mengobrol untuk mengisi waktu karena ada jadwal kelas diliburkan sebab dosennya sedang keluar kota, tiba-tiba dia datang dan langsung mengajak untuk menjadi Paslon untuk himpunan. Awalnya sih aku kaget karena dia yang menyuruhku jadi ketua himpunan, sementara aku merasa masih kurang dalam kemampuan berkomunikasi. Tapi entah kenapa waktu itu aku mengiyakan.

Akhirnya aku mendaftarkan diri sebagai ketua dan temanku sebagai wakilnya. Pada masa kampanye tidak ada kejadian apa-apa, aku juga tidak melakukan kampanye gencar-gencaran. Biasa saja hanya menyebar poster di grup dan minta tolong ke orang terdekat untuk mempromosikan. Pasalnya waktu itu mahasiswa di prodiku sendiri tidak terlalu perduli dengan hal seperti ini.

Masa kampanye selesai. Waktu itu tidak ada debat. Semuanya serba sederhana dan tidak ada agenda yang macem-macem menurutku. waktu itu cuman hanya pembacaan visi misi aja dan yang hadir juga tidak terlalu banyak. Mungkin karena dulu kakak tingkat tidak ada refrensi bagaimana membuat pemilihan ketua himpunan, jadi bisa dimaklumi. Mereka ada yang peduli saja sudah berucap syukur. Akhinya sampai pada pemungutan suara dan penghitungan. Di sore hari sudah terkumpul hasil dari perhitungan suara dan hasilnya aku terpilih sebagai ketua himpunan selanjutnya.

Ini mungkin seuatu anugerah sekaligus cobaan bagiku. Anugrah aku diberi kesempatan untuk berakselesari mengembangkan diri dan memberi warna baru bagi banyak orang. Musibah bagiku karena aku akan mengangkat amanah yang besar, yang akan dipertanggung jawabkan bukan hanya diakhir kepengurusan tapi  setelah kehidupan juga. berat sekali untukku 1 tahun kedepan. Tapi bagaimapun aku percaya setiap amanah tidak akan bersandar pada pundak yang salah.

Setelah terpilih aku langsung melakukan perekrutan untuk calon anggota. Sejujur aku bingung harus gimana karena setelah pemilu selesai aku dilepas begitu saja, tidak ada arahan apa saja yang harus dilakukan. akhirnya aku bergerak hanya bermodal nanya ke temanku yang aku anggap sudah paham. Setelah perekrutan selesai aku kembali harus meminta surat keputusan pengakatan ke pihak fakultas. Di proses ini kami sangat terhambat karena pihak fakultas sangat lama sekali mengeluarkan surat. Sampai ganti semesterpun surat belum keluar.

Setelah Surat Keputusan keluar kami medapat kendala lagi, wakilku mendaftar dan diterima jadi PNS disalah satu kedinasan, jadi terpaksa dia harus berhenti kuliah. Otomatis aku sekarang tidak punya wakil. Aku yang bingung harus gimana, akhirnya aku kumpulkan perwakilan mahasiswa akuntansi dari seluruh angkatan untuk membahas segala hambatan, Mulai dari wakil, Pelantikan, dan kepengurusan organisasi.

Alhamdulillah semua bisa terleseaikan dengan cara musyawarah. Aku kembali dipilih melalui forum untuk tetap menjadi ketua, aku juga dapat wakil baru dari angkatan 16, dan pelantikan akan segera dilaksanakan untuk kepengurusan 2018-2019.

Hari ini tepat tanggal 1 maret 2018 aku mengucapkan sumpah baktiku, sumpah untuk 1 tahun kedepan mengambil peran penting sebagai orang yang merepresentasikan mahasiswa akuntansi. Untuk 1 tahun kedepan juga aku diberi kuasa untuk melakukan segalanya atas nama mahasiswa akuntansi. Di tanggal ini sudah aku putuskan untuk mengambil peran ini selama 1 tahun kedepan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s