Merantau #32 Gebrakan Pertama

Sekarang aku sudah menjadi ketua himpunan mahasiswa program studiku. Banyak keinginan yang harus aku wujudkan, Salah satunya adalah program kampanye untuk hentikan budaya mencontek. Ya begitu, di prodiku budaya mencontek sudah menjadi rahasia umum. Aku agak kaget sebenarnya waktu pertama kali ujian tengah semester, wah itu namanya nyontek bisa terang-terangnan. Malahan ada dosen yang bilang “boleh nyontek asal jangan sampe ketahuan”, mungkin maksudnya bercanda ya, tapi bagi sebagian mahasiswa perkataan itu bisa jadi pembenaran atas tindakan mencontek mereka.

Untuk merealisasikannya aku memberitahukan tentang program ini harus dilaksanakan dan disetujui. waktu pertama kali mengusulkan macam-macam respon pengurus. Ada yang setuju, ada yang tidak setuju, ada yang menganggap program ini tidak bakal terealisasikan, ada yang bilang program ini adalah hal yang sia-sia. Tapi aku tetap pada pendirian, dan menjelaskan kembali secara jelas maksud dari program tersebut. Akhirnya program tersebut disetujui, walau dengan paksaan hehe.

Program ini dinamai ‘Akuntansi Jujur’. Modelnya kampanye untuk menumbuhkan budaya jujur dan sosialisasi efek buruk dari kebiasaan mencontek. Target kami adalah, dosen FEB, Pak Dekan FEB, Kepala Program Studi Akuntansi, dan seluruh mahasiswa akuntansi. Kami datang ke setiap kelas dan menjalaskan maksud kampanye dilanjutkan untuk siapa saja yang berani berkomitmen dipersilahkan untuk tanda tangan disepanduk besar yang sudah kami sediakan.

Kegitan ini dimulai dari 4 april sampai 6 april 2018. Untuk langkah pertama, aku ingin meminta dukungan Dekan FEB sebagai bentuk legalitas kampanye ini. sialnya Pak Dekan sedang keluar kota. Entah kenapa terpikir langsung saja minta dukungan ke Pak Rektor sepertinya ide yang bagus. Tanpa surat dari organisasi, aku bersama 2 orang dari divisi keilmuan memberanikan datang ke rektorat dan meminta izin kepada admin rektorat untuk bertemu Pak Rektor. Ya itung-itung nyobalah seandainya berhasil berati rejeki. Alhamdulillah kami diperbolehkan bertemu pak rektor langsung di ruangannya. Walau kami harus nunggu lumayan lama, tapi tak masalah asal mendapat dukungan dari beliau.

Rektor kami memang dikenal ramah dan responsif terhadap kegiatan kemahasiswaan. Di ruangan Pak Rektor aku menjelaskan maksud dari kampanye yang kami lakukan. Mulai dari kelakuan dosen, mahasiswa, dan pengawas selama ujian berlangsung. Kami juga memberikan beberapa usulan yang harus dilakukan Pak Rektor. Alhamdulillah usulan kami diterima dengan baik, beliau juga menanyakan pendapat bagaimana kalau dikeluarkan SK bagi yang mencontek mendapat nilai E dan mengulang mata kuliah disemester selanjutnya. Wuuhh kaget dong ketika mendengar berita tersebut. Agak bingung waktu itu menjawabnya, tapi aku setuju dengan usulan tersebut. Akhirnya Pak Rektor mau menandatangani Spanduk kami.

Selanjutnya kami mengobrak-ngabrik isi dekanat FEB. kami kampenye disana, meminta dukungan dari para dosen dan staf FEB. sedihnya masih ada juga dosen yang menyepelakan hal yang kami lakukan. Sempet jengkel waktu itu, sampai keluar perkataan dari mulutku “disini kita ngak maksa, kalau mau tanda tangan ya silahkan kalau ngak juga silahkan”. Ada juga dosen yang merespon baik dan mendukung kampanye kami.

Pak Rektor sudah, Dekanat FEB sudah, waktunya melunjur ke gedung FEB. disana kami keliling setiap kelas Akuntansi untuk kampanye dan meminta dukungan. Ya pastinya respon bermacam-maca, Ada yang tidak berani tanda tangan, ada yang mengejek juga, ada yang mendukung juga. tapi syukurnya para dosen yang sedang mengajar mendukung kampanye kita. banyak juga mahasiswa dari prodi lain ikut tanda tangan. Senang sih  waktu itu banyak yang mendukung kampanye kali ini. setelah keliling ke semua kelas dan spanduk sudah full tandan tangan, kami memasang spanduk tepat di depan gedung FEB

Dan benar, efeknya tidak hanya waktu kampanye. Kata-kata akuntansi jujur menjadi buah bibir mahasiswa FEB, bukan hanya akuntansi. Temanku yang biasa nyontek jadi berubah. Orang yang sebelumnya memberi contekan karena tidak enakan, jadi punya alasan untuk tidak memberikan contekan. Kampanye kami di posting di media sosial (intagram) kampus. Setelah itu menjelang ujian keluar Surat Keputusan Rektor tentang hukuman mendapat nilai E bagi mahasiswa yang mencontek.

Aku bersyukur, ternyata apa yang aku dan teman-temanku lakukan bisa berdampak segini besar. organisasiku jadi dilirik banyak orang. Sebuah berkah yang kebetulan. Akuntansi Jujur, disini aku membuktikan apapun yang kita lakukan pasti berdampak. Jangan malu untuk melakukan hal baik, karena itu juga keren.

BTW ada temenku yang ketahuan nyontek dan dapet nilai E. hehehe yang sabar ya J.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s