Merantau #39 Meninggalkan Bekas

16 maret 2018 tok tok tok…, 3 ketukan palu pertanda selesainya kepengurusanku selama 1 tahun di himpunan ini. hari ini adalah sidang Laporan Pertanggung Jawaban yang ada di dalam rangkaian Musyawarah Besar Himpunan. Aku mendapatkan keputusan bahwa LPJku ditolak, yang berarti aku ditanyakan sebagai pengurus yang gagal. Ya memang berbicara organisasi bukan hanya menyelenggarakan event, ada tahap perencanaan dan pertanggung jawaban setelah event.  

Ini memang tahun pertama organisasiku berdiri, kalau kata kebanyakan orang “wajarlah kalau salah masih baru mulai”. Tapi bagiku tidak begitu, salah satu penyebab LPJku ditolak adalah tidak semua departemen membuat LPJ dari program yang berjalan ataupun tidak. Sejujurnya aku adalah orang yang mengusulkan untuk menolak LPJ ini sendiri. Ya pada awalnya LPJku mau diterima, tidak ada yang mengkritik padahal kesalahan begitu besar. aku yang merasa tidak tenang dan lega kalau LPJ ini diterima begitu saja, tidak ada kritik ataupun sanggahan. Dari sini aku mengusulkan untuk menolak LPJku sendiri, bisa ditebak seisi ruangan kaget tapi aku meyakikan kembali bahwa LPJ ini harus ditolak. Bukan keren tapi miris, sudah keliatan hasil kerjaku selama ini nol, LPJku jelek dan aku tidak melahirkan orang-orang yang kritis.

Jika dilihat dari program-program yang terselenggara pengurusku bisa dibilang berhasil. Mulai dari pengadaan administrasi dokumen organisasi yang sah dan legal sampai hadirnya program-program yang bercamam-macam seperti; pelatihan pelaporan keuangan, akuntansi jujur, upgrading, kunjungan organisasi, pembentukan kelompok ilmiah akuntansi, MAKRAB dan diskusi mahasiswa akuntansi. Yang tadinya nol besar bisa melakukan banyak hal merupakan suatu pencapaian. Tapi sekali lagi organisasi bukan hanya penyelenggara kegiatan.

Keputusan untuk menolak LPJ ini dirasa baik sebagai bahan pembelajaran bahwa di organisasi tidak bisa dianggap begitu remeh. Disini aku juga ingin memberitahu bahwa amanah itu memang harus dijaga sampai akhir. Dan aku juga merasa belum layak dikatakan berhasil sebagai ketua. Kegagalan ini dirasa perlu untuk mereka yang ingin terus belajar. Ya hanya mereka yang ingin terus belajar yang bisa mengambil palajaran dari keputusan ini.

Alhamdulilah keputusan ini berdampak bagi mereka yang ingin belajar. Beberapa mahasiswa akuntansi jadi lebih kritis dalam menanggapi sesuatu. Alhamdulilah juga dari beberapa program memili dampak yang berkelanjutan seperti akuntansi jujur, dan aku juga berhasil membentuk organisasi semi otonom dibawah himpunan yaitu kelompok ilmiah akuntansi dan badan minat bakat mahasiswa akuntansi.

Disini aku sadar ternyata aku masih kecil dan belum bisa apa-apa, masih jauh jalan yang harus aku tempuh dan tidak boleh berhenti apalagi terpuaskan.

 Untuk 1 tahun yang telah berlalu aku ucapkan terimakasih, kepada kalian yang mengiklaskan untuk menjadi pengurus organisasi secara sukarela. Untuk ilmu yang kalian berikan selama 1 tahun aku ucapkan terimakasih. Untuk lelah kalian yang tidak bisa kubayar aku ucapkan terimakasih. Mohon maaf atas segala kekurangan dan ketidak mampuanku menjadi ketua yang kalian idam-idamkan. Mohon pamit undur diri dari barisan ini, dan biarkan aku kenang cerita warna yang sudah terlukis selama 1 tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s