Merantau #42 Tugas Akhir

Kini tiba di penghujung masa kuliahku. Sewajarnya mahasiswa tingkat akhir pasti akan bertemu dengan namanya skripsi. Kalau kata orang skripsi ini adalah bagian yang paling sulit dari masa perkuliahan. Banyak mahasiswa yang telat lulus karena terbentur dengan tugas akhir atau skripsi. Ditambah cerita tentang dosen-dosen yang mematikan, menambah kesuraman masa-masa tugas akhir.

Aku sendiri termasuk orang yang lambat dalam menyelesaikan sripsi ini, perlu 2 semester untuk menyelesaikannya. Diawal aku sempat beberapa kali ganti judul mencari tema penelitian yang cocok. Sampai akhirnya aku mendengar kabar temanku sudah ada yang seminar proposal dengan judul dan objek penelitian yang sama. Karena ini tema yang pas terpaksa aku harus mengganti objek penelitian. Alasan selanjutnya mungkin karena jabatanku sebagai ketua oranganisasi. Yaa harap maklum karena ini adalah organisasi baru dan aku juga baru pertama kali menjabat sebagai ketua oranisasi jadi energiku banyak terkuras mengurus organisasi.

Aku berani bilang kalau keberhasilan skripsi 60% tergantung pada dosen pembimbing & penguji, ini menurut pendapatku ya. Pasalnya setiap dosen berbeda-beda cara membimbingnya, ada yang cuek,  ada detail, ada yang perhatian menuntun perlahan. Dan kebetulan aku dapet dosen pembimbing yang cuek. Sejujurnya skripsiku tidak pernah dikoreksi sama beliau. Sewaktu bimbingan kami hanya ada sesi Tanya jawab aja. Karena aku oranya agak takutan jadi model bimbingan seperti ini sangat menghambatku, aku jadi takut untuk mengambil keputusan.

1 tahun adalah waktu yang lama menurutku. mungkin karena tema penelitianku yang gampang  seharusnya skripsi ini bisa aku selesaikan dengan 1 semester. Tapi karena aku terlalu takut dengan data yang aku punya sampai-sampai aku bolak-balik mewawancarai informan utama.

Salah satu kendala yang dihadapi para pejuang skripsi adalah kemalasan yang tiada tara. karena skripsi ini adalah karya pribadi, kita sendiri yang bertanggungjawab untuk menyelesaikan. Jadi kalau sudah malas dan jarang ada yang mengingatkan untuk mengerjakan kembali. Biasanya gejala malas berkepanjangan terjadi setelah melakukan seminar proposal. Aku sendiri setelah melakukan seminar proposal libur skripsi selama 2 bulan lebih tidak melakukan apapun.

Oh iya ada kejadian yang tak terduga selama aku mengerjakan skripsi, mungkin bisa dibilang sebagai anugrah. Yang pertama adalah waktu seminar proposal awalnya aku mendapat dosen penguji yang super duper kiler ditambah dosen pembimbingku yang cuek, kalau seperti ini sudah bisa dipastikan aku akan mengulang judul skripsi. tapi Alhamdulillahnya jadwalku berubah-ubah mungkin sampai 3 kali, sampai tiba-tiba jadwalku di umumkan untuk seminar proposal di kantor BAPPEDA jum’at sore. Wah itu suasana sudah tidak kondusif karena dosen buru-buru ada jawal sidang skripsi juga setelahku, jadi banyak dosen yang tidak terlalu fokus terhadap penelitianku. Hal ini menguntungkanku sejujurnya Karena persiapanku yang mendadak jadi waktu presentasi aku gugup dan banyak lupanya, dan hasilnya Alhamdulillah aku diloloskan.

Ada lagi kejadian waktu aku sidang, lagi-lagi jadwalku keluar di hari jum’at jika sesuai jadwal aku akan sidang jam 10 pagi, dan jam 8nya ada temanku yang akan sidang skripsi. Temanku ini dosen pengujinya adalah dosen pembimbingku dan salah satu dosen pengujiku adalah dosen pembimbingnya. Waktu itu jadwalnya ngaret 2 jam lebih karena dosennya telat datang dan ada acara kumpul dosen di fakultas. Jadi aku baru mulai sidang jam setngah sebelas. Karena dosenku dan temanku sama-sama saling menguji jadinya diputuskan kalau kami akan diuji tanpa dosen pembimbing. Waduh ditambah lagi waktu itu aku meminjamkan laptopku ke anak MJ yang kebetulan sidang juga, karena laptopnya tidak bisa pakai proyektor, karena dia butuh dan aku kira bakal bergantian dengan temanku, jadi aku meminjamkannya. Untungnya ada temanku yang mau meminjamkannya walau harus dibujuk dengan bantuan dosen juga. tapi Alhamdulillah aku bisa presentasi dengan baik dan menjawab pertanyaan yang perlu dijawab, sidangku berjalan lancar walau aku harus banyak revisi. Alhamdulillah aku bisa selesaikan skripsi dan mendapat nilai A.            

Menurutku skripsi ini adalah pilihan antara diselesaikan atau ditinggalkan. Kalaupun diselesaikan kita harus memilih mau dibawa kemana skripsi ini. banyak tujuan mahasiswa menyelesaikan skripsian, ada yang ingin cepat selesai supaya bisa cepat lulus dan segera mencari pekerjaan, ada yang bertahan dengan idealismenya untuk menghasilkan karya terbaik menurut dia, ada juga yang ingin mencari tema yang bermanfaat untuk diaplikasikan. Banyak tujuan dan tidak ada yang salah sekalipun itu tidak mengerjakan, asal dipertanggungjawabkan.

Untuk para pejuang skripsi semangat mengerjakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s