Terimakasih Mas Darwis

Terimakasih itu mungkin yang akan selalu aku ucapkan jika bertemu dengan mas Darwis. Siapa yang tak kenal dia, Mas Dariws dengan nama penanya Tere Liye pasti tak asing di kupung kita. mungkin bukumu bukan yang pertama kali aku baca, tapi karna bukumu aku jadi mempunya hobi membaca. Karyamu yang pertama kali aku baca adalah Rindu.

Sejujurnya waktu aku pertama kali baca buku itu aku tidak tau Tere Liye itu siapa. Aku pun sebenernya tak tertarik untuk membeli buku itu. Cuman karna kecelakaan waktu membelinya, jadi sebenarnya waktu itu aku membeli buku anak rantau karya ahmad fuadi dan teman saya membeli buku rindu. namun setelah di ingat-ingat waktu perjalanan pulang ternyata dia sudah pernah baca buku rindu ini, akhirnya kami tukaran buku. Mungkin takdir memang mempertemukan karya-karyamu denganku.

Buku ini sudah ada di tangan ku, tapi aku enggan untuk membacanya karna judulnya aku pikir buku ini hanya membahas tentang cinta saja. tapi buku ini ternyata berbanding terbalik dari apa yang aku pikirkan. Baru pertama kali ada novel yang menyajikan cerita tentang perjalanan haji pada tahun 1938. Di buku ini aku banyak tersadarkan tentang arti kehidupan, salah satu kutipan yang aku suka adalah

“Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi. Berdiri gagah. Mulailah dengan damai menerima masa lalumu. Buat apa dilawan? Dilupakan? Itu sudah menjadi bagian dari hidup kita. Peluk semua kisah itu. Berikan dia tempat terbaik dalam hidupmu. Itulah cara terbaik mengatasinya. Dengan kau menerimanya, perlahan-lahan dia akan memudar sendiri. Disiram oleh waktu, dipoles oleh kenangan baru yang lebih bahagia. Apakah mudah melakukannya? Itu sulit. Tapi bukan berarti mustahil.” Tere Liye, Rindu

Dari karya ini aku mulai menghargai kehidupanku. Dari sini aku juga baru sadar ternyata membaca buku tak semembosankan itu, banyak hal baru yang aku dapat.

Terimakasih mas darwis itu yang ingin sekali aku ucapkan.

Aku anggap surat ini sebagai do’a untukku dan untukmu.

Terimakasih

Pengagummu.

Tantangan menulis bareng TAWALIFE tema kedelapan, surat untuk penulis favorit.

2 tanggapan untuk “Terimakasih Mas Darwis

Tinggalkan Balasan ke KotakDiksi Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s