Hakim Sosial dan #JusticeForAudrey

Baru-baru ini jagat media sosial sedang ramai dengan kasus yang sedang terjadi. Tentang pembullyan yang terduga dilakukan oleh 12 orang siswi SMA kepada siswi SMP. Semua orang marah, semua orang geram, semua orang mengutuk kejadian tersebut. Mulai dari nitizen serampangan sampai publik figur ikut menyuarakan pendapatnya. Entah itu hanya gimik untuk panjat sosial atau benar-benar peduli. Dari yang bijak sampai membully balik kepada pelaku.

Aku mengetahui kasus ini dari temanku. setelahnya aku mencoba mencari tahu di media sosial, walau aku tahu itu bukan hal yang tepat untuk mencari informasi yang valid. Tapi untuk mendapatkan informasi awal hanya untuk mengetahui tak apalah. Aku cari dari twitter, dan ternyata ramai oleh para netizen jadi tak perlu waktu lama untuk mencari tahu tentang kasus ini. Sebenarnya aku tidak membaca banyak tweet, hanya sedikit karna aku hanya ingin tahu dan aku tidak mau larut dalam kemarahan. Sambari menunggu info valid dari kepolisian dan pihak yang memang mengurusi hal seperti ini.

Hasil yang penulusuran pertama kali, kasus ini sangat parah. Tweet-tweet netizen sangat liar. Mulai dari pemukulan, pengeroyokan. Membanting kepalanya di aspal, sampai maaf menusukan benda ke dalam organ yang harusnya dijaga. Dan waktu para pelaku ada di kantor polisi mereka masih sempat update di media. Sontak kaget waktu mengetahuinya. Tak bisa membayangkan seperti apa pelaku untuk bisa melakukan hal semacam itu.

Tapi informasi yang aku dapat hanya aku gunakan untuk asumsi awal saja. untuk menyikapinya aku mau tunggu info yang valid dari kepolisian. Jadi sikap pertamaku adalah mendukung untuk pengawalan kasus ini masuk ke ranah hukum. Walau katanya pelaku memiliki kenalan seorang penjabat yang mendukung mereka. Tapi sudah seharunya memang kasus ini akan dibawa keranah hukum. Walau sekarang institusi hukum kita masih belum kredibel untuk di percaya seutuhnya, tapi itu cara terbaik untuk membiasakan budaya hukum dan memperbaiki hukum kita.

Sampai akhirnya kamarin keluar kabar dari kepolisian. Mereka mengadakan konferensi pers tentang kasus ini. Dan benar ada perbedaan antara keterangan yang tersebar di media sosial dengan yang dijelaskan waktu konferensi pers. Jika temen-temen penasaran bisa silahkan liat langsung konferensi pers dengan seksama. Hal ini mempertegas sikapku untuk mendukung pengentasan kasus ini secara hukum.

Nah sudah selesai membahas bagaimana aku menyikapi kasus ini, sekarang mari membahas tingkah laku masyarakat tentang kasus ini. Yaa pasti semua masyarakat termasuk netizen yang budiman mengecam kasus ini, namun yang membedakan adalah penyikapannya. Untuk para hakim sosial (netizen) mereka seperti mendapat angin segar untuk langsung membuat putusan hukuman untuk mereka. Pembullyan kembali menjadi dibenarkan. Apalagi setelah para publik figur menyuarakan pendapat mereka tenang kasus ini. Menambah pembenaran pembullyan yang mereka lakukan kepada pelaku. Ada juga yang pertama mendiamkan menunggu kasus ini lebih jelas. Dan ketika sudah mulai ada kejelasan dan titik terang mereka melayangkan putusannya kepada korban dan netizen yang telah membully pelaku. Terus aja gitu sampe nenek moyang mereka idup lagi hehe #canda.

Bembalas kebencian dengan kebencian pasti tidak akan ada habisnya. Akan timbul kebencian baru dan masalah baru. Membenarkan prilaku bullying juga tidak tepat. Seharusnya biarkan kasus ini diselesaikan sesuai proses hukum yang semestinya dan mari kita kawal bersama. Untuk korbannya mari bantu pulih kembali. Untuk pelaku mari di bimbing untuk menjadi lebih baik. Dan untuk para netizen yang budiman mari berhenti menjadi hakim sosial. Kalau ada kasus biarkan pihak-pihak bersangkutan yang mengatasinya. Dorong kasus ini untuk selesaikan secara hukum. Stop untuk membully balik. Stop juga untuk membully netizen yang membully pelaku. Apapun alasannya membully tidak dapat dibenarkan

Hidup ini bukan tentang siapa yang benar, siapa yang baik atau siapa yang salah. Tapi bagaimana menjadi benar, bagaimana menjadi baik. Karena saling menyalahkan tidak akan menyelesaikan masalah.

Terimakasih sebelumnya untuk temen-temen yang sudah membaca. Jika aku ada kritik dan saran silahkan disampaikan untuk perbaikanku menjadi lebih baik. Mari berproses dan terus berkarya.

Kalau tulisan ini baik secara pribadi aku minta tolong bisa disebarkan supaya bisa meningkatkan empati kita.

Terimakasih

Salam literasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s