Merantau #14 ketinggalan pesawat

hari ini tiba saatnya aku kembali pergi. Mengulang kejadian satu tahun yang lalu. Namun bedanya sekarang kepergianku diantar langsung oleh keluargaku. Jadwal pesawatku sekitar jam 9 pagi. Kemarin aku sudah berpamitan dengan tetangga yang berdekatan ataupun tetangga jauh. Kepada teman-temanku juga sudah. Barang sudah rapih dari tadi malam. Tapi entah kenapa malam itu aku kurang bisa tidur. Entah karna takut tertinggal pesawat karna telat berangkat atau ada gelisah yang tak terlihat.

Karna aku tidak nyenyak tidurnya aku bisa bangun lebih pagi dan mandi lebih dulu. Kali ini aku pergi satu keluarga ditambah tetangga terdekatku. Mereka tak ingin mengulang kejadian tahun lalu. Senang sih rasanya tapi karna kali ini pergi satu keluarga jadi persiapannya jadi lebih lama. Apalagi aku punya adik kecil yang susah untuk bangun pagi.

Dan ternyata benar. Hal yang sudah aku perkiraan pagi ini. Adik kecilku susah diatur, persiapan jadi lebih lama. Ya pagi ini aku sudah terlampau kesal, karna baru bisa pergi jam 6 pagi. Firasatku sudah kuat sepertinya akan ketinggalan pesawat. Kami memang bangun pagi tapi banyak yang harus dipersiapkan jadi kami semua belum sarapan. Jadi atas inisiatif ibuku dan tetanggagu kami menyempatkan beli sarapan. Dan pasti kalian tau apa yang aku rasakan, Kesal kian menjadi.

Beli sarapan beres, beli-beli yang lain beres. Baru jalan sebentar salah satu dari 3 kurcaci yang dibawa ini ada yang kebelet mau ke kamar mandi. Tidak sampai disitu setelah dari kamar mandi selesai baru jalan sebentar adeku ada yang muntah. Kacau sudah pikiranku, diam seribu Bahasa. Aku kalau sudah marah seperti itu. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut. diam dan pasang muka kesel terus liat kejalan dan liat jam tangan.

Ini semua lebih dari dugaanku. Awalku tau berangkat jam 6 saja sudah bisa dipastikan telat, karna kalian pasti tahu gimana kondisi jalan Jakarta pada jam berangkat kerja. Ramai dan macet tak terhindarkan. Untung ayahku tau jalan yang lebih sepi, tapi tetap saja ada macetnya sedikit-sedikit. Masuk tol-lewat tol-keluar tol macet semua.

Perjalanan kepergianku kali ini dirundung rasa kesal, ketika sampai dibandara langsung aku turunkan semua barang bawaan dan masuk untuk segera cek in. aku datang sekitar jam 8.50. pesawat sudah selesai boarding. Pintu masuk pesawat sudah di tutup. Yah mau gimana lagi, kali ini aku yang salah. Aku langsung memberi kabar ke ayahku, yah gitu agak cekcok dikit mau gimana lagi perhatian orang tua ke anaknya. Akhirnya sudah diputuskan untuk membeli tiket lagi jam siang. Ya sebenernya ngak enak hati karna sudah merepotkan orang tua.

Akhirnya kami menunggu sembari makan siang. Jadwal pesawatku kali ini sekitar jam 2 siang. Jadi haru menunggu. Selama makan kita mulai mengobrol. Pasti mengungkit kejadian yang tadi. Dan pasti aku diam saja tidak mau membahas banyak. Makan selesai, sholat dzhuru sudah. sekarang aku pamit untuk pergi kembali.

Perjalanan tahun ke 2 akan segera dimulai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s