Merantau #27 Accounting Week UTS

Accounting Week UTS merupakan acara besar bagi program studiku. Acara ini pertama kali dibuat pada tahun 2015 tapi waktu itu tidak terealisasikan karena persiapannya yang kurang. dalam acara ini ada beberapa rangkaian kegiatan yang disusun selama satu minggu, mulai dari pembukaan, lomba kecil-kecilan untuk memeriahkan dan acara intinya adalah Olimpiade akuntansi untuk siswa tingkat menengah atas dan terakhir adalah malam puncak.

Aku pertama kali ditawari untuk masuk divisi pembuatan soal, ya mungkin karena aku dikenal lumayan paham di bidang akuntansi jadi bisa bantu-bantulah. Aws 2015 yang tidak terlaksana, dilanjut kembali  untuk aws 2016. Untuk aws 2016 persiapannya digenjot pada bagian pendanaan, sebar proposal sampai ke warung pinggir jalan juga kita hajar. di aws 2016 aku masih tetap di bagian soal, tapi karena soal semua sudah diselesaikan waktu 2015 jadi sekarang aku diarahkan untuk membantu divisi yang lain. Di aws 2016 ini aku tidak banyak terlibat masalah teknis, karena semua diambil oleh kakak tingkat, bahkan sekedar rapat divisi aku belum pernah. Bisa dibilang aku petugas lapanganlah.

Aws 2016 sepertinya tidak ada masalah, mungkin karena aku masih jadi anak lapangan jadi belum tau masalah didalam internal kepanitiaan. Sekarang aws 2017 untuk persiapannya sekitar 1 tahun. Sekarang aku mengambil divisi acara, karena aku ingin membuat acaranya lebih terstruktur. Divisiku sendiri ada 7 orang, termasuk aku. Disini aku mengatur pembuatan soal dan rangkain acara yang berhubungan dengan akuntansi.

aws 2016 memang sudah terlaksana, tapi dirasa masih perlu banyak perbaikan dan JUGA selayaknya anak muda banyak ambisi yang ingin dekerjakan. Mulai dari pesertanya diperluas dan diperbanyak, sampai gonta-ganti rangkaian kegiatan supaya lebih keren, Dananya digenjot supaya banyak, dan kualitas olimpiade di tingkatkan. Kami rasa waktu 1 tahun untuk persiapan sangat relevan dengan banyaknya perbaikan.

Diawal semua terlihat aman, tapi setelah beberapa kali pertemuan mulai terlihat, yang awalnya banyak yang berpartisipasi makin lama makin berkurang. Dilanjut dengan temperament ketua yang terlihat tidak sabaran membuat banyak orang tidak suka. Tapi itu semua hal yang biasa, rata-rata kami semua bisa kumpul dan kembali lagi walau tidak semuanya. Salah satu masalah besar yang kita hadapi karena kami mengambil konsumsi untuk acara penerimaan mahasiswa baru yang jumlahnya sangat banyak. Sebenarnya jumlah kami lumayan banyak orangnya tapi karena alatnya masih sedikit jadi susah kerjanya. Kami telat pada hari pertama, aku pribadi tidak tidur selama semalaman. Konsumsi dikomplen karena masih ada nasi mentah, tidak tahan lama dan puncaknya adalah kontrak kami diputus. SC dan Pembina acaranya langsung datang ke tempat kami, malu sekali serasa pengen copot muka aja.

Permasalahan selanjutnya terletak pada divisiku, ada beberapa soal yang belum aku konsultasikan. Aku juga punya idealismeku sendiri jadi aku sering dibilang bandel. ada miskomunikasi antara juri dan panitia di divisiku, hanya masalah kecilsih dan bisa terselesaikan. Masalah selanjutnya waktu hari H lomba, waktu pengoreksian soal karena kami tim soal dan acara jumlahnya sedikit dan yang paham lebih sedikit jadi tambah susah. Apalagi waktu soal tahap 2, soal yang diujikan adalah soal studi kasus jadi lebih susah dari pada soal tahap 1, dan banyak juga mahasiswa yang belum paham soal tersebut, Jadi jumlah orang yang bisa membantu koreksi lebih sedikit lagi kelimpungan bukan main dan salahnya kami lupa meminjam 1 ruangan khusus untuk mengoreksi soal. Jadi terlihat oleh gimana keriuhan kami waktu pengoreksian soal.

Masalah selanjutnya adalah ketika acara ini selesai. Pembahasan tentang pembubaran kepanitiaan. Sebenarnya sejak lama banyak anak-anak yang sudah merasa jengah sama acara ini. terlalu banyak tekanan selama mejalani acara ini, mungkin karena Pembina terlalu menuntut ini itu. Puncaknya ketika acara sudah terselenggarakan dan banyak panitia yang sudah ingin berlepas tangan dengan acara ini, jadi sedikit respon di grup untuk membahas pembubaran ditambah HPku hilang jadi tidak tau info yang ada di grup. Tiba-tiba aku dapat kabar kalau pembina acara marah dan langsung melakukan pembubaran kepanitian di grup aja. Pembubaran yang tidak diinginkan sebenarnya untukku, gimanapun kondisi acara setidaknya pembubaran tidak harus seperti itu. Tapi mau gimana lagi.

AWS itu tempat segudang masalah dan drama. Acara yang dipaksakan dan melelahkan. Tempat berkumpul segala keegoisan untuk dimenangkan. Tapi setidaknya itu tempatku banyak belajar. Karena dari sini juga aku bisa memegang amanahku yang sekarang. Terimakasih untuk semuanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s